Advertisemen
Haaaaaah ? sambil melongo dan mata melotot ..... setelah mendengar ini.
AIR TAWAR DAN ASIN YANG TERPISAH DI LAUTAN ?
emangnya ada ?
dimana ?
kapan ?
siapa yang melihat ?
emangnya loe percaya ?
Tahukah anda, bahwasanya penjelasannya sudah ada dari jaman dahulu kala, namun sekarang baru kita mengetahui dan menyadarinya,.
masak sih udah di jelaskan dari dulu ?
iya, memang benar, kejadian aneh ini sudah di beritakan dari dahulu kala, mungkin bagi anda umat islam pernah membacanya di dalam surat AL Furqon ayat 53. yang artinya
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
nah looooo ?
siapa yang melihatnya ?
Mr. Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang biasanya membuat film dokumenter tentang bawah laut. Bagi anda yang gemar menonton acara TV di Discovery Chanel mungkin pernah mendengar nama tersebut.
begini kisahnya,
suatu ketika saat melakukan penelitian bawah laut seperti hal hal yang dilakukan sebelumnya, Mr. Jacques Yves Costeau menemukan hal yang sangat aneh, saat ia menyelam di dalam laut, ia mendapati air yang berbeda jenisnya, iya sangat bingung dengan kejadian saat itu, mana mungkin di dalam laut terdapat dua air yang berbeda, asin dan tawar , ah tidak mungkin, mungkin saya hanya berhalusinasi, tapi ini nyata, iapun semakin pusing di buatnya. hari demi hari, dan waktu demi waktu iapun terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan jawabannya pun belum ia temukan.
air laut asin dan tawar yang terpisah, Mr. Jacques Yves Costea ahirnya menemukan jawabanya.
Pantang menyerah dan terus belajar, mempelajari apa yang selama ini ia belum dapatkan jawabannya tentang air laut yang terpisah antara asin dan tawar, tidak tercampur, seolah olah ada pembatasnya, sampai ia bertemu dengan seorang profesor muslim yang menjelaskan tentang hal tersebut sudah ada di kitab suci umat islam yaitu Al Quran yang di turunkan 14 abad atau 1400 tahun yang telah lalu.
fenomena ini sudah ada dalam Al-Quran yang artinya
"Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu."
Al Quran. 41 Fushshilat:53
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi".
Qs. 25 Al Furqan:53
dan setelah mempelajari, merenungkan tentang temuannya tersebut, singkat cerita Mr. Jacques Yves Costea menjadi mualaf dan masuk Islam.
Berikut ini adalah saat Mr. Jacques Yves Costea menceritakan peristiwa yang telah menyebabkan dia menjadi seorang Muslim :
“In 1962 German scientists said that the waters of the Red Sea and the Indian Ocean did not mix with each other in the Strait of Bab-ul-Mandab where the Aden Bay and the Red Sea join. So we began to examine whether the waters of the Atlantic Ocean and the Mediterranean mixed with each other. First we analyzed the water in the Mediterranean to find out its natural salinity and density, and the life it contained. We repeated the same procedure in the Atlantic Ocean. The two masses of water had been meeting each other in the Gibraltar for thousands of years. Accordingly, the two masses of water must have been mixing with each other and they must have been sharing identical, or, at least, similar properties in salinity and density. On the contrary, even at places where the two seas were closest to each other, each mass of water preserved its properties. In other words, at the point where the two seas met, a curtain of water prevented the waters belonging to the two seas from mixing. When I told Professor Maurice Bucaille about this phenomenon, he said that it was no surprise and that it was written clearly in Islam’s Holy Book, the Qur’an al-karim. Indeed, this fact was defined in a plain language in the Qur’an al-karim. When I knew this, I believed in the fact that the Qur’an al-karim was the ‘Word of Allah’. I choseIslam, the true religion. The spiritual potency inherent in the Islamic religion gave me the strength to endure the pain I had been suffering for the loss of my son.”
Dan terjemahannya sebagai berikut :
“Pada tahun 1962 ilmuwan Jerman mengatakan bahwa air Laut Merah dan Samudera Hindia tidak menyatu satu dengan yang lain di Selat dari Bab-ul-Mandab di tempat Teluk Aden dan Laut Merah bertemu. Jadi kami memulai untuk memeriksa apakah air dari Samudra Atlantik dan Mediterania bertemu satu sama lainnya.
Pertama kita menganalisis air di Mediterania untuk mengetahui habitat, salinitas dan densitas, dan apa yang hidup di dalamnya. Kami mengulangi prosedur yang sama pada Samudera Atlantik. Dua jenis air telah bertemu masing-masing lain dalam Gibraltar selama ribuan tahun. Dengan demikian dua jenis air pasti telah bercampur dengan satu sama lainnya dan mereka pasti sudah berbagi identik, atau, paling tidak, sama salinitas dan densitasnya.
Sebaliknya, bahkan di tempat di mana ada dua laut yang paling dekat dengan satu sama lain, setiap jenis air bahkan seperti dibiarkan terpisah. Dengan kata lain, pada titik di mana dua lautan bertemu, ada sebuah tirai air yang mencegah air masuk ke dalam dua laut dari pencampuran.
Ketika saya memberitahu Profesor Maurice Bucaille tentang fenomena ini, ia mengatakan bahwa tidak terkejut dan bahwa itu ditulis dengan jelas dalam Kitab Suci Islam, Al-Qur’an al-karim. Memang, fakta ini didefinisikan jelas dalam bahasa dalam Al-Qur’an al-karim. Ketika aku mengetahuinya, saya percaya fakta bahwa Al-Qur’an al-karim adalah ‘Firman Allah’.
Saya memilih Islam, agama yang benar. Potensi spiritual yang melekat dalam Agama Islam memberi saya kekuatan untuk menahan rasa sakit atas penderitaan karena kehilangan anakku.”
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
ini video nya pertemuan air tawar dan asin
AIR TAWAR DAN ASIN YANG TERPISAH DI LAUTAN ?
emangnya ada ?
dimana ?
kapan ?
siapa yang melihat ?
emangnya loe percaya ?
Tahukah anda, bahwasanya penjelasannya sudah ada dari jaman dahulu kala, namun sekarang baru kita mengetahui dan menyadarinya,.
masak sih udah di jelaskan dari dulu ?
iya, memang benar, kejadian aneh ini sudah di beritakan dari dahulu kala, mungkin bagi anda umat islam pernah membacanya di dalam surat AL Furqon ayat 53. yang artinya
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
nah looooo ?
siapa yang melihatnya ?
Mr. Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis yang biasanya membuat film dokumenter tentang bawah laut. Bagi anda yang gemar menonton acara TV di Discovery Chanel mungkin pernah mendengar nama tersebut.
begini kisahnya,
suatu ketika saat melakukan penelitian bawah laut seperti hal hal yang dilakukan sebelumnya, Mr. Jacques Yves Costeau menemukan hal yang sangat aneh, saat ia menyelam di dalam laut, ia mendapati air yang berbeda jenisnya, iya sangat bingung dengan kejadian saat itu, mana mungkin di dalam laut terdapat dua air yang berbeda, asin dan tawar , ah tidak mungkin, mungkin saya hanya berhalusinasi, tapi ini nyata, iapun semakin pusing di buatnya. hari demi hari, dan waktu demi waktu iapun terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan jawabannya pun belum ia temukan.
![]() |
| air tawar di tengah laut |
![]() |
| pertemuan air tawar dan asin |
air laut asin dan tawar yang terpisah, Mr. Jacques Yves Costea ahirnya menemukan jawabanya.
Pantang menyerah dan terus belajar, mempelajari apa yang selama ini ia belum dapatkan jawabannya tentang air laut yang terpisah antara asin dan tawar, tidak tercampur, seolah olah ada pembatasnya, sampai ia bertemu dengan seorang profesor muslim yang menjelaskan tentang hal tersebut sudah ada di kitab suci umat islam yaitu Al Quran yang di turunkan 14 abad atau 1400 tahun yang telah lalu.
fenomena ini sudah ada dalam Al-Quran yang artinya
"Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu."
Al Quran. 41 Fushshilat:53
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi".
Qs. 25 Al Furqan:53
dan setelah mempelajari, merenungkan tentang temuannya tersebut, singkat cerita Mr. Jacques Yves Costea menjadi mualaf dan masuk Islam.
Berikut ini adalah saat Mr. Jacques Yves Costea menceritakan peristiwa yang telah menyebabkan dia menjadi seorang Muslim :
“In 1962 German scientists said that the waters of the Red Sea and the Indian Ocean did not mix with each other in the Strait of Bab-ul-Mandab where the Aden Bay and the Red Sea join. So we began to examine whether the waters of the Atlantic Ocean and the Mediterranean mixed with each other. First we analyzed the water in the Mediterranean to find out its natural salinity and density, and the life it contained. We repeated the same procedure in the Atlantic Ocean. The two masses of water had been meeting each other in the Gibraltar for thousands of years. Accordingly, the two masses of water must have been mixing with each other and they must have been sharing identical, or, at least, similar properties in salinity and density. On the contrary, even at places where the two seas were closest to each other, each mass of water preserved its properties. In other words, at the point where the two seas met, a curtain of water prevented the waters belonging to the two seas from mixing. When I told Professor Maurice Bucaille about this phenomenon, he said that it was no surprise and that it was written clearly in Islam’s Holy Book, the Qur’an al-karim. Indeed, this fact was defined in a plain language in the Qur’an al-karim. When I knew this, I believed in the fact that the Qur’an al-karim was the ‘Word of Allah’. I choseIslam, the true religion. The spiritual potency inherent in the Islamic religion gave me the strength to endure the pain I had been suffering for the loss of my son.”
Dan terjemahannya sebagai berikut :
“Pada tahun 1962 ilmuwan Jerman mengatakan bahwa air Laut Merah dan Samudera Hindia tidak menyatu satu dengan yang lain di Selat dari Bab-ul-Mandab di tempat Teluk Aden dan Laut Merah bertemu. Jadi kami memulai untuk memeriksa apakah air dari Samudra Atlantik dan Mediterania bertemu satu sama lainnya.
Pertama kita menganalisis air di Mediterania untuk mengetahui habitat, salinitas dan densitas, dan apa yang hidup di dalamnya. Kami mengulangi prosedur yang sama pada Samudera Atlantik. Dua jenis air telah bertemu masing-masing lain dalam Gibraltar selama ribuan tahun. Dengan demikian dua jenis air pasti telah bercampur dengan satu sama lainnya dan mereka pasti sudah berbagi identik, atau, paling tidak, sama salinitas dan densitasnya.
Sebaliknya, bahkan di tempat di mana ada dua laut yang paling dekat dengan satu sama lain, setiap jenis air bahkan seperti dibiarkan terpisah. Dengan kata lain, pada titik di mana dua lautan bertemu, ada sebuah tirai air yang mencegah air masuk ke dalam dua laut dari pencampuran.
Ketika saya memberitahu Profesor Maurice Bucaille tentang fenomena ini, ia mengatakan bahwa tidak terkejut dan bahwa itu ditulis dengan jelas dalam Kitab Suci Islam, Al-Qur’an al-karim. Memang, fakta ini didefinisikan jelas dalam bahasa dalam Al-Qur’an al-karim. Ketika aku mengetahuinya, saya percaya fakta bahwa Al-Qur’an al-karim adalah ‘Firman Allah’.
Saya memilih Islam, agama yang benar. Potensi spiritual yang melekat dalam Agama Islam memberi saya kekuatan untuk menahan rasa sakit atas penderitaan karena kehilangan anakku.”
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
ini video nya pertemuan air tawar dan asin
masihkah anda tidak percaya ?
Advertisemen

